Psikoedukasi Mengasuh Dengan Empati Untuk Meningkatkan Kualitas Parenting Pada Kader Posyandu Di Desa Dukuh, Boyolali

Sheilla Varadhila Peristianto

Abstract


Abstrak

Orang tua dalam menjalankan perannya sebagai pengasuh menampilkan bentuk pengasuhan yang beragam. Banyak kejadian, orang tua merasa memberikan perhatian, namun anak tidak berperilaku sesuai dengan harapan orang tua. Di Desa Dukuh, Banyudono, Boyolali, mayoritas orang tua setiap hari bekerja sehingga bagi anak jarang ada waktu berkualitas yang diberikan. Anak berfikir bahwa orang tua sibuk bekerja dan tak jarang mendapat amarah dengan nada tinggi, sedangkan orang tua merasa anak tidak menghargai kerja keras demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Subjek dalam penelitian ini adalah kader posyandu di Desa Dukuh yang berjumlah 25 orang, diharapkan subjek dapat melanjutkan informasi kepada orang tua di lingkungan sekitar. Peneliti melakukan asesmen dengan metode wawancara, observasi, FGI (Focused Group Interview) dan analisis dokumen. Materi yang digunakan pada psikoedukasi ditranslasi dari tehnik membangun empati (Bailey, Perkins & Wilkins, 1995). Psikoedukasi diberikan selama tiga sesi yang dilaksanakan dalam satu kali pertemuan, adapun pengukuran pre-test pada sesi 1, post-test pada sesi 3, dan follow up dilakukan 1 minggu kemudian.

Berdasarkan analisis menggunakan paired sample t-test didapatkan hasil t = -3,745 dengan p = 0,001 (p < 0,001). Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa psikoedukasi membangun empati meningkatkan pemahaman tentang pengasuhan kepada anak, dan orang tua memahami cara awal untuk mengetahui kondisi anak. Psikoedukasi membangun empati pada orang tua meningkatkan kualitas dalam melakukan pengasuhan kepada anak.

 

Kata Kunci : kader, pengasuhan, empati, parenting


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.13057/wacana.v12i2.175

Copyright (c) 2020 WACANA



Wacana have been indexed on: